Hutan bisa di katakana sebagai media untuk mencegah terjadinya banjir dan polusi udara itu. Apa lagi di batam ini polusi udara di mana dan banyak kawasan tertentu yang rawan akan banjir. Terjadinya banjir tersebut salah satu penyebabnya adalah tersumbatnya saluran pembuangan air dari rumah-rumah masyarakat. Namun lebih dari itu, banyak hutan-hutan di batam yang di keruk untuk lahan perumahan, hotel, mall dll sehingga hutan tersebut rata dengan tanah.
Kita ambil contoh di daerah muka kuning menuju batu aji, kawasan di belakang asrama haji dan lain sebagainya. Jika hala itu di teruskan berkelanjutan, maka lambat laun batam akan sejajar dengan air laut dan tidak ada lagi yang akan menghabat banjir dan polusi udara. Apakah kita semua yang akan langsung menghirup polusi uadara tersebut ??
Hutan-hutan yang di keruk tersebut di gunakan sebagai lahan perumahan tanpa memerhatikan dampak yang akan di timbulkan dari pengerukan tersebut. Sebenarnya hal itu bisa di tanggulangi dengan cara menmbangun perumahan di atas hutan misalnya, tanpa harus meratakan hutan tersebut dengan tanah.
Akan lebih indah misalnya hal itu bisa di lakukan oleh investor-investor yang baik hati. Dan batam akan tetap hijau seperti yang kita inginkan. Salah satu contoh yang perlu di tiru, coba lihat
Pemerintah dan para investor lah yang harus berperan aktif dalam hal ini. Jika ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan investor, maka batam akan tetap hijau dan hutan di batam akan tetap terjaga keariannya, sehingga banjir tidak melanda batam.






